Pengorganisasian dan Revisi pesan Bisnis
Penyebab
pesan-pesan tak terorganisasi dengan baik:
1. Pesan
yang bertele-tele
2. Memasukan
bahan-bahan yang tidak relevan
3. Menyajikan
ide-ide secara tidak logis
4. Informasi
penting kadang kala tidak tercakup didalam pembahasan
A. Ketrampilan
Merevisi Pesan
Menulis pesan-pesan bisnis sangatlah berbeda dan tidak
semudah menulis pesan-pesan yang bersifat pribadi (personal), seperti penulisan
surat kepada orang tua, saudara, atau teman akrab.
Maka dari itu dalam menulis surat-surat bisnis yang baik
diperlukan proses pemikiran dan tenaga dan waktu yang cukup.
Akan berbahaya apabila penyampaian pesan-pesan bisnis
cenderung dilakukan secara asal-asalan atau ceroboh, baik dalam sisi substansi
isi pesan maupun format penulisan.
1. Mengedit
isi dan cara pengorganisasiannya
Pada face awal pengeditan, perlu perhatian secara seksama
terutama pada pesan-pesan awal dan akhir, karena pesan-pesan tersebut mempunyai
pengaruh besar terhadap audiens. Perhatikan bahwa pembuka surat atau memo haruslah
relevan, menarik, dan memberikan reaksi pada pembacanya. Untuk pesan-pesan yang
lebih panjang, beberapa paragraph pertama mencakup subyek, maksud, dan
organisasi bahan.
2. Mengedit
mekanik atau teknis penulisan
Setelah melakukan pengeditan isi, pengorganisasian, dan
gaya penulisannya, langkah berikutnya adalah melakukan pengeditan dari sudut
mekanik atau teknis penulisan suatu pesan-pesan bisnis yang mencakup antara
lain:
a. Susunan
kalimat yang digunakan, apakah sudah sesuai dengan kaidah kebahasaan yang ada,
sehingga mudah dipahami dengan baik.
b. Penggunaan
kapasitas secara tepat (perhatikan kata-kata yang harus dengan huruf capital).
c. Penulisan
tanda baca secara benar (perhatikan penggunaan tanda baca, koma, titik koma,
titik, tanda Tanya dan tanda seru).
d. Perhatikan
makna keutuhan suatu kalimat, sehingga makna suatu kalimat dapat dipahami
dengan mudah.
e. Perhatikan
pengulangan kata yang tidak tepat dalam suatu kalimat. Hal ini dapat
menghilangkan makna suatu pesan-pesan bisnis yang telah disampaikan.
B. Pemilihan
kata yang tepat
Pemilihan kata dalam penyampaian pesan-pesan bisnis
kepada audiens sangat penting. Penggunaan kata asing yang sangat sukar
dimengerti adalah pemborosan. Agar suatu komunikasi dapat tercapai maksudnya,
perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Pemilihan
kata yang sudah familiar
2. Pilihlah
kata-kata yang singkat
3. Hindari
kata-kata yang bermakna ganda
C. Membuat
kalimat yang efektif
Dalam menyusun suatu kalimat perlu diperhatikan 3 hal,
yaitu kesatuan pikiran, kesatuan susunan, dan kelogisan. Diketahui bahwa dalam
setiap kalimat paling tidak terdiri atas subyek dan predikat. Subyek dalam
predikat akan menjawab “siapa” atau “apa” yang dilakukan olehkata kerja dan
merupakan topik suatu Bahasa atau sesuatu yang sedang dikatakan dan biasanya
berupa kata benda.
Tiga jenis kalimat
1. Kalimat
sederhana
Suatu
kalimat sederhana hanya memiliki sebuah subyek dan predikat. Namun tidak
menutup kemungkinan suatu kalimat dilengkapi dengan obye baik langsung maupun
tidak langsung.
2. Kalimat
majemuk
Kalimat majemuk
berisi dua atau lebih klausa independen dan tidak mempunyai klausa dependen.
3. Kalimat
kompleks
Kalimat kompleks
berisi sebuah klausa independen dan satu atau lebih klausa dependen sebagai
anak kalimat.
D. Menulis
ulang pesan
Ernest Hemingway pernah menyatakan bahwa “tidak ada yang
disebut menulis yang ada hanya menulis ulang” pada kenyataanya, pelaku bisnis
banyak melakukan kesalahan berikut:
1. Hanya
memindahkan kata-kata dan tidak benar-benar memperbaikinya
2. Tidak
melakukan penulisan ulang karena dianggap membuang waktu
3. Mengirim
dokumen pada saat-saat terakhir dibutuhkan
Setelah penulisan ulang dilakukan dengan baik
dokumen bisnis kemungkinan akan menjadi berjumlah separuh dari rencana semula.
Dokumen menjadi lebih ringkas, mantap dan kuat.
Comments
Post a Comment